Kita dan mimpi


Proses menjadi dewasa memang tak mudah. Seringkali kita dihadapkan pada tantangan yang begitu menyulitkan, menantang hal-hal yang bahkan diluar dari ekspektasi kita sebelumnya.
Terkadang aku berpikir, dalam hidup kita dihadapkan pada banyak pilihan. Setiap opsi dalam pilihan itu tentu memiliki konsekuensi masing-masing. Setiap opsi memberikan jalan yang berbeda-beda. Ada yang memilih untuk mengambil jalan tak jauh dari dia hidup sebelumnya, tidak banyak resiko. Ada pula yang mengambil jalan yang begitu jauh dari dia hidup sebelumnya. Hanya mengandalkan kepercayaan dan keyakinan dia tetap melangkah, meski jalan begitu panjang, gelap dan penuh semak belukar.

Ada dua pilihan dan kenapa dia mengambil yang sulit? Padahal dia tahu konsekuensinya, padahal dia belum tahu apakah setelah jalan sulit itu dia akan menemukan mungkin rumah impiannya atau tidak. Tetapi dalam setiap langkahnya, dia melihat tentang dirinya di depan sana. Dia melihat ke dalam gelap ada guratan cahaya yang melukiskan mimpinya begitu nyata. Dia yakin dan percaya bahwa dibalik gulita itu ada hal lain yang bukan gelap.

Jika kita terlalu memperhitungkan bisa dan tidak bisa, yang ada hanyalah kita kehilangan waktu. Padahal waktu tidak akan kembali, tidak akan pernah. Lakukan saja, maka kamu akan tahu kamu bisa atau tidak. Meskipun pada akhirnya kamu tahu kamu tidak bisa, tetapi setidaknya kamu pernah mencoba dan tidak kehilangan waktu hanya untuk sebuah pertimbangan tidak pasti. Ketika kamu segera tahu kamu bisa atau tidak, maka kamu akan segera melangkah ke tangga selanjutnya. Sehingga waktu tidak akan habis terbuang pada hal yang tak pasti.

Yakinilah apapun yang kamu lakukan, yakinilah ada kekuatan besar diluar diri kita yang selalu mendukung kita. Laa yukallifullahunafsan illa wus’aha, kamu tidak akan diberi cobaan lebih dari kemampuanmu. Dan itu adalah kebenaran yang mutlak. Jadi untuk apa kita ragu pada diri kita.
Bermimpilah setinggi mungkin, karena ketika pun kamu tidak bisa mencapai impian itu, setidaknya kamu tidak akan jatuh di lumpur.

Bermimpilah,
Karena dengan mimpi kamu bisa melihat apa yang tidak pernah terlihat mata. Kamu bisa menggambar masa depan yang kamu harapkan.

Bermimpilah,
Karena dengan mimpi akan timbul sebuah harapan besar dalam hatimu. Harapan itulah yang dahulu pernah diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika selesai membangun ka’bah bersama Ismail. “Ya Rabb kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (al-Qur’an) dan hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” . Maka setelah masa berlalu, Rasulullah hadir ke dunia ini sebagai jawaban atas doa Nabi Ibrahim. Saat ini jutaan orang mendatangi ka’bah atas apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah.

Bermimpilah,
Karena mimpi seringkali memberimu energi-energi yang memompa kakimu untuk terus melangkah meski badai begitu besar.

Tembalang-Semarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan

Pada Malam Hari

Dunia tak hanya Cinta