Dunia tak hanya Cinta

Bagaimana mungkin kamu dengan mudah mendeskripsikan sebuah perasaan padahal kamu tidak melihatnya? Mudah kita belajar tentang bentuk buah apel, mudah kita mengenal bentuk manusia. Ketika melihat sebuah objek, mata kita mengirim sensor pada otak untuk mengenal dan menjawab objek tersebut dalam sebuah definisi, mengelompokkan dalam suatu kategori. Tetapi hal ini berbeda ketika kita bicara tentang perasaan.

Memangnya siapa yang mampu melihat perasaan? Batasan antara sedih, bahagia, suka, senang, kecewa mungkin lebih mudah terdefinisikan. Tapi bagaimana dengan cinta? Bisa jadi definisi cinta yang selama ini mengendap dan menjadi dasar kita melihat seseorang itu salah besar? Kamu mungkin bisa mencari di Wikipedia, buku atau di mana pun definisi tentang kata cinta. Tapi satu hal yang tidak dapat kamu temukan, yaitu definisi dari cinta itu sendiri. Bukan ‘kata’ tetapi ‘cinta’ itu sendiri. Ya, tentu saja karena cinta bukan kata, tetapi perasaan. Bahkan Wikipedia pun bisa saja salah mengartikannya.

Dalam sebuah video klip Charlie Puth yang berjudul One Call Away terdapat adegan menampilkan sebuah website komunitas yang bernama PROMENADE.CLUB. Awalnya sempat penasaran ternyata ada akun seperti itu, setelah ku kunjungi kelihatannya website itu sengaja dibuat hanya untuk pembuatan video tersebut. Nah dalam website itu kutemukan kalimat Love is just a word until you find someone who gives it definition. Memang sejatinya betul. Cinta hanya kata cinta, sudah itu saja. Kata diartikan dengan kata, ya itu impas. Wikipedia hanya mengartikan cinta sebatas kata. Tetapi setiap orang akan mengartikan cinta dengan caranya sendiri-sendiri. Pengartiannya tentu saja berbeda-beda. Perasaan diartikan dengan perasaan. Cinta hanya akan terdefinisikan setelah seseorang didatangkan Yang Maha Kuasa untuk mengartikannya. Tetapi bukan berarti setiap orang yang datang itu akan mengartikan cinta.

Lalu akankah kamu percaya pada setiap orang yang tiba-tiba berkata padamu tentang perasaannya? Akankah kamu percaya pada kalimat ‘dia menyukaimu’? Akankah kamu lumpuh hanya dengan sebuah definisi orang tersebut tentang perasaannya sendiri. Padahal bisa jadi itu salah. Dan kamu percaya? Yakin kamu hanya akan lumpuh dengan kata-kata? Bahkan kamu pun tak pernah melihat buktinya...Hhhmmm... Perempuan.

Baiklah. Mungkin kamu perlu lebih berhati-hati memberikan kepercayaan. Kamu bukan lagi anak kecil yang hanya akan percaya pada satu ucapan. Ketika ternyata kamu tahu definisinya yang mungkin berbeda dengan definisimu, kemungkinan besar kamu akan kecewa.

Oke, kenapa kita harus bingung mencari denisi bahkan harus menunggu seseorang untuk datang. Satu jawabannya, karena mata manusia terbatas, mata kita tidak mengenali perasaan. Tetapi perasaan tentang cinta sendiri seringkali mengganggu, datang dan mengusik. Mengapa Tuhan menciptakan marah, sedih, senang dalam bentuk tak terlihat? Tetapi semua itu nyata. Ya senyata matahari yang terbit hari ini. Senyata keberadaanmu di dunia ini.

Lalu siapakah yang benar-benar tahu bentuk marah, sedih dan tentu saja cinta itu sendiri? Siapa jawabannya? Tentu saja pencipta mereka. Pencipta perasaan-perasaan itu. Buat apa kita bersusah payah mencari tahu sebuah perasaan, padahal Yang dekat dengan kita, lebih dekat daripada nyawa kita sendiri telah mengtahuinya. Buat apa kita rela menghabiskan waktu dengan seseorang hanya untuk mendapat kesimpulan bahwa adakah cinta untuk kita. Untuk apa kita menunggu ribuan tahun hanya untuk menunggu seseorang yang kita harapkan untuk mengucapkan kata penuh harapan itu.

Untuk apa? Kita bukan hidup untuk sebuah kata cinta bukan? Kita bukan hidup hanya untuk definisi yang dijelaskan oleh Wikipedia bukan? Sungguh belum tentu definisi cinta menurutmu itu benar. Penciptamu lebih tahu tentang semua itu, bahkan ketika pun definisi itu ternyata bukan cinta, Penciptamu dapat melakukan apapun untuk membuatnya terdefinisikan menjadi cinta. Percayalah bukan pada sebuah kalimat atau bahkan yang lebih pendek dari kalimat, yaitu ‘kata’. Pemberian kepercayaan pada manusia seringkali berujung pada kekecewaan. Jangan mudah percaya bahwa seseorang benar-benar mencintaimu, menyukaimu.
Waktu bukan hanya untuk sebuah kata cinta. Duniamu tak sesempit itu bukan?

Tembalang, Semarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan

Pada Malam Hari