Kamu adalah Keputusan
Bercerita melalui tulisan seringkali
mengingatkan bahwa cerita hidupmu begitu indah dan patut disyukuri setiap
waktunya.
Hal buruk yang tidak menyenangkan adalah
ketika uang habis, pulsa habis, kuota habis dan kamu lapar. Rasanya ingin
pulang tapi ayolah kita harus berpikir dewasa. Ingat setiap masalah pasti bisa
diatasi, dan setiap kesulitan dalam hidupmu akan membuatmu lebih dewasa, kamu
akan terbiasa untuk mendarat maupun terbang. Kamu tidak akan jatuh dan terluka
ketika mendarat dan kamu tidak lagi akan melayang ketika terbang. Bersyukur
saja. Apabila kamu tidak bisa menyukuri hal kecil bagaimana bisa kamu
mensyukuri hal besar.
Yakinlah bahwa kamu bisa melewat
kesulitan-kesulitan itu. Ingat bahwa hidup tidak berputar-putar, kehidupan
berjalan. Jadi jangan khawatir, tidak selamanya kamu menderita. Ibarat makanan
yang selama ini membuat fisikmu tumbuh, ujian, rintangan dan kesulitan adalah
makanan yang akan membuat mentalmu tumbuh. Hingga kamu pantas dianggap telah
dewasa bukan anak kecil dalam tubuh orang dewasa.
Yakin dan yakinlah bahwa Allah tidak
main-main memilihmu untuk berpijak di bumi ini. Allah bukan seperti kita yang
seringkali melakukan eksperimen berdasarkan trial
and error. Kamu bukan eksperimen, kamu adalah keputusan. Lakukan yang
terbaik dan buktikan kamu adalah jiwa yang terpilih.
Hari ini ketika matahari mulai tersenyum di
pagi hari, balaslah senyumnya dan katakan bahwa dia akan menjadi saksi bahwa
siang ini kamu akan melakukan yang terbaik, melangkah dengan penuh keyakinan
dan ketundukan. Ukirlah setiap cerita hidupmu dengan langkah-langkah kebaikan.
Ketika hari mulai menyurut katakan pada
malam, bulan dan bintang bahwa gelap tidak akan melumpuhkanmu. Katakan padanya
bahwa gelap akan menyalakanmu, kamu akan bersinar dalam pekat dan gulitanya
malam.
Pada dasarnya ketika malam semakin gelap itu
pertanda bahwa fajar akan segera tiba, malam akan berlalu dan kamu akan bertemu
lagi pada senyuman matahari selanjutnya.
Apa lagi yang kamu khawatirkan?
Sudahlah!
Lakukan yang terbaik hari ini, melangkahlah
dengan keyakinan dan ketundukan.
Karena kamu adalah keputusan.
Tembalang,
Semarang.

Tidakkah kau tau sepasang mata lainpun selalu menjadi saksimu dalam keseharian itu, namun hanya tersampaikan lewat doa yang dipantulkan oleh-Nya kepadamu
BalasHapus