Postingan

If you're survive

Ya Allah, janganlah Engkau biarkan hatiku berharap atas apa-apa yang bukan merupakan hak hamba...   Pada setiap hidup ada cerita yang terukir pada tiap sisinya. Terkadang ada pula yang ingin diungkap namun bahkan untuk diucap atau diakui justru begitu berat. Ada pula kejadian yang seharusnya tak diharapkan tapi terjadi. Lalu bagaimana menghadapi kalau ternyata semua justru terasa tak bisa dihindari? Bukankah seharusnya kita tak lagi dipusingkan dengan hal-hal pribadi, disana ada masalah umat yang menunggu tangan kita untuk bertindak. Dengarkah itu hai hati? Aku takut pulang, jujur. Aku tak mau kamu, dia, atau dia datang ke rumah. Tidak mau. Tapi toh aku bisa apa jika itu tetap saja mereka lakukan. " Aku gak suka Han", kataku pada temanku. " Afwan sedikit nasihat. 'Aku ga suka' agaknya sedikit arogan. Boleh kita membatasi diri kepada lawan jenis atas dasar prinsip dan berlaku untuk semua pria. Bukan atas dasar suka atau tidak suka. Allah Maha membolak ba...

What's App

Bismillahirahmanirrahim... Assalamualaikum Ukh... Mohon dibaca pesan an, Afwan kalau an mengganggu waktunya Dan afwan kalau selama ini an banyak salah sama antee.. Baik itu mungkin an terlalu banyak mengatur2 Ukh xxx, Atau terlalu sering cerewet terkait penampilan ataupun terkait foto profil ataupun hal2 lainnya yang kurang berkenan dihati... Wallahualam Sebenarnya saya banyak mengatur dan banyak tuntutan pada Ukh xxx itu semata-mata karena ketika ada hal-hal dari Ukh xxx yang bisa memancing pandangan laki-laki tiba-tiba an selalu khawatir, selalu cemas dengan diri Ukh xxx... Afwan kalau saya tidak sopan, Karena saya sering berbincang berkumpul dengan temen laki-laki An lihat betapa seringnya ketika seorang laki-laki ketika melihat wanita maka mereka akan membicarakan kecantikan wanita tersebut, membayangkan wanita tersebut, dan membicarakan tentang kemolekan tubuh wanita tersebut, bahkan bermimpi tentang bersetubuh dengan wanita tersebut. Naudzubillahi min dzalik... Dan...

6.12.2016

Dia           : " Kado terbaik yang pernah aku terima. Makasih banget..." Kamu       : " Alhamdulillah, kalau kamu menyukainya" (benarkah? semoga benar seperti itu) Ada basah bekas hujan yang tersisa di sini. Ketika tiba-tiba kelabu menjadi menghitam, pekat, kemudian blurr dan menjadi abu-abu lagi. Segenggam perasaan yang tak benar-benar mampu aku genggam. Dia2        : " wah sama, kamu benar, tak mungkin kita menghubunginya ketika tak ada urusan bukan?" Kamu      : " ya, seperti itulah, aku tak benar-benar mendalam untuk berkawan. Aku datang kalau aku membutuhkanmu, kamu boleh datang kapanpun kamu mau, jika aku bisa membantu, InsyaAllah aku akan bantu. Gitu kan?" Dia2        : " betul, kalau dia merasa tak pernah menghubungi ketika tak butuh, lalu apakah setiap saat kita harus menghubunginya. Enggak kan..." Sayup ang...

Bukan Allah tak adil

Aku hanya tidak habis pikir, bagaimana mungkin hidup terkadang susah dimengerti. Terakhir kali aku melihatnya, entah bagaimana aku bisa merasakan hawa tak baik terjadi padanya. Ketika itu aku baru akan berangkat ke kota belajar, aku berpapasan dengannya dipersimpangan. Dia terkejut melihatku. Hal yang membuatku kecewa adalah aku terlalu berharap padanya. Dia bukan saudara sekandungku, dia adalah anak kedua dari adik ayahku. Semenjak kecil dia menjadi anak asuh orang tuaku, dahulu aku seringkali merasa iri padanya. Sebagai anak bungsu dikeluarga ini aku semestinya manja, tapi sayang sekali kemanjaanku masa kecil tak terbayarkan karena saat itu orang tuaku mempunyai anak asuh, sehingga terkadang begitu terlihat mereka lebih mengutamakan dia sebagai anggota keluarga yang paling kecil. Saat itu aku begitu membencinya. Sangat. Waktu-waktu yang seharusnya saat itu orang tuaku bercumbu denganku pada masa kecil. Waktu-waktu yang seharusnya akulah yang ada dipelukan ibuku ketika menjela...

Muhammad Al Fatih

Pada suatu waktu, seorang teman bertanya, “apa cita-cita kamu?”. Bukan pertanyaan yang ajaib, istimewa, bukan pertanyaan yang spesial. Pertanyaan yang bisa saja dia tanyakan kepada siapapun, pertanyaan yang bisa juga ditanyakan siapapun kepadaku. Pertanyaan cita-cita menjadi aneh ketika ditanyakan pada usiaku yang telah pasca remaja. Tidak banyak kemungkinan yang mampu membuatku bercita-cita banyak hal. Kemudian dia melanjutkan, “cita-cita itu bukan jabatan, bukan pekerjaan”. Ya, aku tahu dia benar, banyak orang berbicara tentang sesuatu hal yang nampak, tapi kali ini aku paham dia sedang berbicara tentang hakikat. “Aku ingin mempunyai anak yang luar biasa” jawabku saat itu, mungkin terdengar begitu pragmatis. Spontanitas. Tapi saat itu aku tidak melanjutkan penjelasan terperinci tentang jawabanku itu. Sebuah keputusan yang besar tentu saja berlandaskan perenungan yang panjang. Begitupun tentang cita-cita. Cita-cita sesungguhnya selalu berkembang selaras dengan perkembanga...

Jujur pada dirimu sendiri?

Aku hanya merasa bersikap jujur pada diri sendiri bukanlah perkara mudah. Terlebih untuk jenis orang-orang introvert yang cenderung sangat misterius. Ibaratnya, mereka ingin dipahami tanpa mereka berucap sepatah kata pun. Suatu hari aku bermaksud memeriksakan mataku di sebuah optik. Bukan dokter, ya karena proses dengan dokter sangat ribet. Ini adalah pertama kalinya. Aku disuruh melihat susunan huruf yang tertera di dinding yang berjarak sekitar dua meter dariku. Satu persatu huruf kusebutkan hingga huruf kedua sebelum terakhir aku tak mampu melihatnya dengan jelas. Pada akhirnya petugasnya memasangkan lensa di depan mataku. Alhasil huruf lebih jelas kubaca. Petugas membantuku mencoba dengan dua jenis lensa. Lensa pertama adalah dengan ukuran minus 0,50 sudah jelas tetapi masih sedikit blur. Kemudian lensa 0,75 penglihatan lebih jelas. Sempat bingung memutuskan. “Kalo nggak lihat bilang aja Mbak”, kata petugas penjaga optik tersebut. Aku hanya teringat bapakku pernah men...

Dunia tak hanya Cinta

Gambar
Bagaimana mungkin kamu dengan mudah mendeskripsikan sebuah perasaan padahal kamu tidak melihatnya? Mudah kita belajar tentang bentuk buah apel, mudah kita mengenal bentuk manusia. Ketika melihat sebuah objek, mata kita mengirim sensor pada otak untuk mengenal dan menjawab objek tersebut dalam sebuah definisi, mengelompokkan dalam suatu kategori. Tetapi hal ini berbeda ketika kita bicara tentang perasaan. Memangnya siapa yang mampu melihat perasaan? Batasan antara sedih, bahagia, suka, senang, kecewa mungkin lebih mudah terdefinisikan. Tapi bagaimana dengan cinta? Bisa jadi definisi cinta yang selama ini mengendap dan menjadi dasar kita melihat seseorang itu salah besar? Kamu mungkin bisa mencari di Wikipedia, buku atau di mana pun definisi tentang kata cinta. Tapi satu hal yang tidak dapat kamu temukan, yaitu definisi dari cinta itu sendiri. Bukan ‘kata’ tetapi ‘cinta’ itu sendiri. Ya, tentu saja karena cinta bukan kata, tetapi perasaan. Bahkan Wikipedia pun bisa saja salah mengar...