Tak Berjudul
Tak Berjudul
Ketika wajah hari mulai membuka diri
Ada segumpal sesal mengadu dalam qalbu
Kecewa adalah pahit, tapi seperti obat yang justru
menyembuhkan
Ketika rasamu, rasaku melebur dalam cerita
Tatkala senja menjelang, mata waktu terdiam dan mohon undur
diri dari panggung hari
Silau netra oleh kilat-kilat merah saga yang mematungkan
diri diujung pojok kesendirian
Tak ada, tak kan lagi berkembang
Wajah hidup dengan senyuman yang menyegarkan, gembira
disetiap patah kata yang tersuratkan
Lorong waktu seolah menghujat diri, menghempas bersama
pendulum yang menggaung
Sudah, sudah jangan tangisi
Ini hanya sebatas ladang pendewasaan hati…
Komentar
Posting Komentar