Abstrak
Abstrak
Lihatlah kelangit luas,
Maka akan kau temukan goresan
putih abstrak tak berbentuk
Ingat pula keindahan aurora yang
tak terbaca bahasa bumi
Gemuruh dan gulungan ombak yang
hanya mampu terdeskripsikan oleh rasa
Abstrakmu lebih indah termaknakan
lewat qalbu.
Diamnya semesta, hening malam
berbintang,
Menjelaskan lebih dari untaian
abjad yang tersurat
Tidak segala hal mampu terwakili
oleh kata
Tidak semua mampu tergambar oleh
pena
Tidak semua yang nyata adalah
nyata
Tidak semua khayalan adalah ilusi
Kusampaikan padamu keindahan
abstrak yang tertangkap netra, bukan dengan huruf, kata atau bahkan kalimat.
Jangan sampai banyak hal itu
terdegradasi oleh batasan bahasa bumi
Rasakan dan artikan bukan dengan
pena, bukan lewat morse.
Ingat kembali kilat dan guntur
menyampaikan sebuah maksud
Lewat cahaya yang begitu terang,
lewat gemuruh yang berdegum
Kau tidak pernah tahu cerita yang
sebenarnya ingin dikisahkan oleh hujan
Tidak pula mengerti gemulai
aurora yang bertutur
Atau kilat dan gelegar petir yang
kau pikir suar kemurkaan
Padahal dengannya, guratan muram
awan akan terpecah menjadi butiran-butiran penyubur bumi
Kemudian larutnya malam
menjelaskan angkasa jernih, milyaran batu yang bersinar begitu terang
Tatkala pertama melihat pelangi,
Kau bahagia warna-warna itu
melukis langit yang muram.
Tapi kau baru kecewa ketika tahu
hadirnya sesaat sebagai penawar taburan gerimis yang membasahimu
Tidak segala hal terlihat seperti
kelihatannya.
Tidak harus berucap A untuk
menyebut huruf pertama
Tidak mesti dengan tawa untuk
membagi bahagia
Belum tentu kecewa yang terukir
dihatimu adalah luka
Aku tidak akan berucap cinta dan
keindahan
Tidak semua sendu yang kutaburkan
adalah kebencian
Abjad, huruf dan bahasa terlalu
sempit untuk medeskripsikan makna kehadiranmu…

Komentar
Posting Komentar