Ibu



Ibu
 

Senyumannya begitu lembut nan harum kurasakan

Matanya yang teduh iringi setiap anganku…

Terbayang betapa halus, lembut belai kasihnya

Gurat-guratan indah diwajahnya adalah sebuah lukisan kehidupannya



Memandang jauh ke angan dan harapan padaku

Tertatih dalam langkah, tertegun dalam angan imajinasi

Tegak berayun langkahnya dipinggir pematang

Kuning menghijau hamparan harapan



Sesak dadaku teringat olehnya

Ketika ribuan wanita takut kulitnya terbakar

Ketika yang lain rela menghabiskan banyak rupiah untuk sekadar merawat diri

Apa yang terjadi padanya?



Dia sama sekali tak peduli alam akan membentuk dirinya

Matahari akan mewarnai kulitnya

Bisikan angin akan membawa lelahnya kepada Tuhan bahwa ada harapan terpendam di balik pengorbanannya

Lembut aliran air dibawah kakinya menyimpan sebuah rahasia besar dari setiap peluh yang tertetes

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan

Pada Malam Hari

Dunia tak hanya Cinta