Postingan

Siapa Namamu?

Siapa Namamu? Oleh : Zahranisa Sudah lama nampaknya analisis ini kulakukan. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, hati ini tergetar melihat sosok anggun serupanya. Aku masih ingat tepat 25 Agustus 2014. Sebelumnya aku tak pernah merasa penting dengan urusan rumah sebelah karena memang tadinya rumah ini di huni oleh sekelompok laki-laki, entah bagaimana ceritanya tahun ini nampaknya berganti penghuni menjadi perempuan. Beberapa hari terlihat beberapa orang sibuk bergantian keluar masuk membawa banyak barang ke rumah tersebut. Aku tak pernah berniat secara khusus mengamati, akan tetapi rumah pamanku yang kutinggali ini kebetulan hanya berjarak beberapa langkah saja dengan rumah tersebut, jadi mau tak mau kegiatan di rumah sebelah dengan mudah terdeteksi dari penghuni rumah paman, termasuk aku. Aku tinggal bersama paman Edi, bibi Melly, dan dua orang anaknya, Rio dan Raka. Rio masih duduk di bangku SD sedangkan Raka di bangku menengah. Keluarga ini menerimaku dengan tangan ...

Kamu Tahu

Kamu Tahu  Oleh : Zahranisa “Ini tidak mudah, aku sudah berusaha tetapi aku tidak bisa”, kata Azmi. “Apapun yang terjadi, aku harus beranjak”, perempuan di depannya membalas dengan singkat sembari melangkah pergi. Azmi hanya menyaksikan langkah itu semakin jauh dari tempatnya berdiri. Raganya seperti ingin melayang hilang bersama jiwa yang telah kosong tanpa mampu merengkuh harap yang terus tergerus waktu yang melarut. Tangannya ingin sekali meraih tubuh berbalut kain panjang itu agar tetap menemaninya berdiri, tapi harap itu hanya menggantung di imajinya. Dia buka buku di tangannya yang baru saja diberikan perempuan itu. ` Tetaplah melangkah di jalan ini, meski mata tak mampu memandang ujungnya, meski kaki terluka karena terjalnya, sekalipun hati harus sering menggigil karena sepinya. Tapi di sanalah Allah menaruh cinta yang sesungguhnya. Meski bukan harus yang kau mau, tetapi itulah cinta yang akan menemanimu ke surgaNya. Kamu tahu, skenarioNya tak pernah salah tercatat...

Jarak yang Cukup

Gambar
' Suatu hari nanti mungkin kamu akan paham mengapa ' Harapan kecil yang beberapa kali mulai meredup meski kutahu tak benar-benar menghilang. Mengapa bonsai lebih indah dari sebuah pohon tomat? Pohon tomat tumbuh subur hijau, kemudian tak butuh waktu lama untuk membuahkan tomat. Setelah itu umur pohon tomat tak lama setelah beberapa kali panen, dia akan kehilangan kesuburan kemudian mati. Tetapi tidak dengan bonsai, meski terihat tidak subur, bahkan sekilas terlihat tidak tumbuh bonsai tetap bernafas, bonsai tetap hidup, umurnya panjang seperti tanaman berakar tunggang lainnya. Telah lama, cukup lama untuk menunggu waktu ini. Ada banyak kesempatan, tinggal mencari cara untuk memulai. Ya, waktu dimana kita bisa saling berdekatan. Setelah itu kamu akan bahagia karena kamu akan mendapatkannya. Tetapi ada banyak pertimbangan mengapa jarak menjadi pilihan. Cukup apa yang ada sekarang. Tidak ada chatting, tidak ada saling menyapa meski hanya lewat media sosial. Jarak ya...

Seperti Bulan

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim... Bukanlah hari yang begitu baik. Tak apalah. Mentari masih sangat segan untuk sekadar mampir dan menyaksikan kebodohan ini. Hujan pun tak turun hari ini, itu tandanya hari ini tidak begitu buruk. Terkadang perlu juga terlihat begitu bodoh. Perlu juga untuk terlihat begitu tolol dan memalukan. Itulah karakteristik manusia yang sebenarnya. Lemah dan mudah lupa. Dari sanalah pembelajaran akan dimulai. Titik kesempurnaan itu terbentuk dari tangga-tangga revisi kesalahan. Kesempurnaan itu terbentuk dari proses yang panjang bukan jalan pintas yang instant. Hargailah dan sadarilah dirimu adalah manusia biasa, tempatnya salah dan kehinaan. Bukan saja hanya menyesali keadaan yang telah lalu. Tapi bagaimana memperbaiki kemungkinan masa depan. Ketika bayangan kegagalan membayangi setiap langkah yang akan kau kayuh, maka jangan takut untuk melangkah. Toh semua belum kau lalui kan? Kau terbayang hal-hal buruk yang mungki terjadi. Ada segunduk keraguan yang menahanmu ...

Tentang Sebuah Cerita

Gambar
Tentang Sebuah Cerita Diantara sayup angin yang menari Diantara partikel oksigen yang terhambur Di ranah ini, di tanah ini, di petak bumi yang Allah pilih, di sinilah… Sebuah hal yang terlihat hanya ada diangan imajiku, Sekarang terasa lebih nyata Denganmu keindahan mimpi itu terlukis jelas di jiwaku Hadirmu cerita-cerita fiksiku terurai jelas dalam kata Berbahasa denganmu milyaran ilusi yang awalnya mengambang kini terukir menjadi kisah Meski kakiku terpijak di bumi, netraku melihat awan yang menggantung, merasakan hujan, karenamu yang nyata mnjadi fiksi dan fiksi-fiksi itu menjadi nyata Tatkala hembus dingin angin sore mengundang, siang berlalu, dan cahaya benderang itu singgah di peraduannya, malam menjelang. Kusadari ada sebuncah bahagia ketika abstrakku menjadi kata, disaat setiap ilusiku tergambar dalam bahasa Janganlah berhenti beretorika, karena kaulah yang mengajari, kau yang membuatku tidak berhenti, berjalan dengan keyakinan dari mimpi-mimpi ...

Abstrak

Gambar
Abstrak   Lihatlah kelangit luas, Maka akan kau temukan goresan putih abstrak tak berbentuk Ingat pula keindahan aurora yang tak terbaca bahasa bumi Gemuruh dan gulungan ombak yang hanya mampu terdeskripsikan oleh rasa Abstrakmu lebih indah termaknakan lewat qalbu. Diamnya semesta, hening malam berbintang, Menjelaskan lebih dari untaian abjad yang tersurat Tidak segala hal mampu terwakili oleh kata Tidak semua mampu tergambar oleh pena Tidak semua yang nyata adalah nyata Tidak semua khayalan adalah ilusi Kusampaikan padamu keindahan abstrak yang tertangkap netra, bukan dengan huruf, kata atau bahkan kalimat. Jangan sampai banyak hal itu terdegradasi oleh batasan bahasa bumi Rasakan dan artikan bukan dengan pena, bukan lewat morse. Ingat kembali kilat dan guntur menyampaikan sebuah maksud Lewat cahaya yang begitu terang, lewat gemuruh yang berdegum Kau tidak pernah tahu cerita yang sebenarnya ingin dikisahkan oleh hujan Tidak pula men...