Mentoring



Kenali Mentoring yuk…
Mentoring adalah sebuah grup diskusi terfokus, yang didalamnya terdapat interaksi-relasi antar insan, ada aspek manusiawi, serta hubungan interpersonal. Mentoring terdiri dari kelompok yang biasanya beranggotakan kurang lebih 10 orang dan satu orang bertindak sebagai pemberi materi. Apabila dimisalkan sebuah kelas, 10 orang tadi merupakan murid, sedang pemateri adalah bertindak sebagai guru. Anggota dalam mentoring disebut Mentee (baca: menti) sedangkan pemberi materi disebut Murrabi. Semakin sedikit anggota dalam sebuah mentoring maka mentoring akan lebih terfokus, hal ini disebabkan seorang Murabi lebih mudah mengenali dan mengontrol para Mentee-nya.
Banyak hal yang dapat kita temukan dalam mentoring. Selain perbaikan ruhiyah, semangat kita juga akan selalu di charge dalam mentoring. Hal lain yang lebih menyenangkan adalah ketika kita menemukan saudara-saudara baru dari berbagai penjuru, karena biasanya mentoring terdiri dari beberapa orang yang awalnya belum saling mengenal yang berasal dari berbagai daerah, kemudian disatukan dalam suatu halaqah (kelompok).
Bagaimana mentoring disebut sebagai sarana perbaikan ruhiyah? Nah, disini sekarang kita langsung melihat pada kasus realita disekitar kita. Sebagai mahasiswa yang hidup jauh dari orang tua, banyak hal yang akan berubah dari kepribadian seseorang. Hal ini disebabkan, pribadi seseorang dibentuk dari lingkungannya. Sedikit banyak lingkungan akan membentuk kepribadian seseorang. Maka ketika mencari tahu kepribadian seseorang, mudah saja, lihatlah bagaimana lingkungannya. Orang yang hidup ditengah kumpulan yang hedonisme tentu kepribadiannya akan berbeda dengan orang yang hidup dilingkungan yang sederhana. Meskipun latar belakang kehidupan orang tua sangat mempengaruhi, namun seringkali kepribadian lama akan luntur tergantikan dengan lingkungan baru yang lebih dekat. Meskipun orang tua masih bisa mengawasi, namun tidak dapat sepenuhnya seperti halnya ketika masih hidup bersama. Ketika hidup masih bersama orang tua, merekalah yang bertindak sebagai pengontrol diri kita yang rata-rata masih sangat labil dalam masa menuju tahap dewasa. Ibaratnya ketika api dinyalakan yang nyalanya semakin membara dan tidak dapat dihentikan bahkan sampai membakar barang-barang disekitarnya. Nah seperti itulah jiwa-jiwa muda kita. Tidak khayal sebuah pengontrol sangat dibutuhkan disini, seperti halnya sebuah sistem, sebagus dan secanggih apapun tanpa adanya control system, maka sistem tidak akan digunakan oleh perusahaan atau lembaga manapun karena berbahaya. Mentoring dapat bertindak seperti halnya control system. Memperbaiki kepribadian kita dari dalam, kita akan diajak berpikir dewasa, kritis terhadap permasalahan lingkungan sekitar dan berupaya bagaimana meningkatkan kualitas diri kita.
Lalu apakah bedanya mentoring dengan kajian-kajian biasa? Banyak. Dalam kajian-kajian biasa kita hanya akan mendapatkan materi, sedangkan dalam mentoring, kita dapat sharing secara pribadi kepada Murabi, terlebih masalah-masalah pribadi yang biasanya kita urung ceritakan kepada orang lain. Setelah mendengar cerita kita, biasanya Murabi akan membantu dengan memberikan solusi-solusi terbaik untuk kita. Lagi, dalam kajian, kondisinya tidak se-intensif mentoring karena dilihat dari peserta pun, dalam kajian berkali-kali lipat lebih banyak daripada mentoring.
Nah loo… Masih penasarankah tentang mentoring?
Bagi Antuna yang suka berdiskusi, inilah ranah paling tepat untuk diskusi. Tidak jarang diskusi dalam mentoring seringkali terjadi perdebatan, meski tidak tragis namun dengan demikianlah pikiran kita menjadi terbuka dan menyadari banyak hal yang sebelumnya belum kita ketahui. Secara tidak sadar saat itulah kita dibentuk menjadi pribadi yang lebih kritis terhadap lingkungan.
Mentoring yang sehat, dan memberikan efek perubahan pada diri pribadi seseorang adalah mentoring yang rutin dilakukan minimal satu kali dalam seminggu. Mentoring yang baik adalah ketika anggotanya, baik Mentee maupun Murabi menjadikan mentoring sebagai prioritas dari sekian banyak kegiatan kampus yang begitu padat.
Untuk menambah semangatmu ikut mentoring, yuk kita simak coretan kisah sahabat kita yang telah mengikuti mentoring…

1.      Aku dan Mentoringku, ‘Laskar Firdausy’
Gemericik ribuan tetes air wangi membasahi pagi bulan Februari. Matahari meninggi begitu lambat menghangatkan setiap petak tanah, setiap butiran debu. Hangatnya menelisik dengan cahaya keramahan menembus dinding-dinding klorofil pepohonan lereng gunung Ungaran.
Senyuman beriringan menghias netra memanggil kebahagiaan, menjemput asa yang nyalanya tidak berkobar namun tak pernah redup. Lembutnya sapaan angin Umbul Sidomukti membelai rantai ukhuwah yang terkait atas dasar kecintaan dan kepahaman. Ribuan dahan menari mendengar tilawah dari hati-hati yang telah menyatu, dalam kasih yang telah melebur, dalam takdir yang tentu saja bukan sebuah kebetulan.
Beberapa bulan sebelumnya…
Laskar Firdausy, begitu untaian dua kata yang pertama terucap dari bibir seorang akhwat mungil. Karena Firdausy adalah salah satu jannah Allah dimana mimpi kita tersimpan disana. Sebuah mimpi dimana kita harus disana untuk mengambilnya. Semua mengangguk tanda sepakat dengan nama indah itu. “Baiklah, mulai sekarang kita adalah Laskar Firdausy”, kata seorang akhwat lainnya membulatkan keputusan. Sejak detik itulah setiap pekan mereka bertemu dan membuat agenda-agenda pertemuan. Di beranda masjid, diteras rumah, di kost wisma, atau bahkan di tempat keramaian sekalipun seperti rumah makan atau tempat wisata, kami berkumpul dalam lingkaran ilmu.
Sapa dan senyum Murrabi adalah hal pembuka dari setiap pertemuan majelis ilmu ini. Setiap lantunan kata dan ucapannya adalah penyejuk hati insan-insan perindu surga. Bahasa penuh kepahaman ilmu yang terucap bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata manis penenang jiwa, namun bahasa hati yang terangkai indah dengan kata-kata yang meresap dalam kalbu dan pikiran.
Cerita terangkai, beralur dalam kisah manis penuh makna. Bukan hanya persahabatan, namun persaudaraan yang saling mengasihi. Perjuangan bukan hanya bahagia dan tawa, juga luka, kecewa dan sedih yang berpadu dewasakan diri, kuatkan jiwa. Episode ini akan menjadi awal lembaran baru episode-episode indah dalam hidup. Ketika mimpi bersatu, berpadu dalam ada dari saudari-saudari yang saling berkomitmen.
Dari sajak-sajak kehidupanku, dari setiap bahagia dan sedihku. Sajak-sajak untuk yang selalu mendengar keluh kesahku, yang memaksaku bangkit dari setiap luka, memintaku percaya dari setiap khawatir.
                        Ketika sayup-sayup senja merona mewarnai jiwa
                        Tatkala harapan kian menggebu, hasrat kemenangan kian terasa
                        Kalbuku tergugah saat senyummu hapus lelahku
                        Ketika luka oleh hujatan hampir lumpuhkan asa
                        Hadirmu membawa butir-butir energi seolah menutrisi jiwa yang kian merapuh
                        Saudariku…
                        Datang dan sapalah diriku dengan lembutnya kata hati dari kepahaman ilmumu
                        Senantiasa perbarui imanku yang kian lusuh oleh waktu dan jarak
                        Deburan kengkuhan ombak membawaku dalam lingkaran-lingkaran kecil penuh
                        Maghfiroh…
                        Ukhuwah ilmu, ukhuwah perjuangan, ukhuwah dakwah
                        Saat luka tidaklah menjadi pedih
                        Saat kecewa bukanlah alasan untuk menyerah
                        Yaa ukhti fillah…
                        Bertemu denganmu adalah karunia-Nya yang mengubah alur hidupku…
                        Bukan lagi dunia dan materi yang menjadi ukuran
                        Tapi kehidupan kekal yang dijanjikan Rabb kita.
                        Kemenangan Dien ini, membawanya kembali
                        Pada masa kejayaan yang pernah terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan

Pada Malam Hari

Dunia tak hanya Cinta