Postingan

Rasa

Gambar
Benar saja kata sahabatku, ' Kita tidak bisa menghakimi perasaan seseorang. Tidak bisa kita memutuskan hal seperti apa yang seharusnya dia rasakan.' Dalam hal ini berarti diri kita lah yang harus berubah. Waktu terlalu berarti terlarut hanya untuk berbicara tentang rasa. Berbicara tentang hal yang selalu berubah setiap detiknya lebih cepat dari gerakan tangan. Tapi rupanya kita perlu membahas ini, biar malamku tidak menggantung dipenghujung khawatir, agar mimpiku menjadi indah biarpun bukan dirimu lagi yang di sana. Sore itu ada diskusi hangat dengan lingkaran keduaku, tentang bagaimana melepaskan, bagaimana mengikhlaskan, dan bagaimana memantaskan diri. 'Lalu bagaimana mungkin kita bisa melepaskan jika kita pun masih melihat dia di sana sendiri?'  'Bagaimana mungkin, ketika Halalkan atau Ikhlaskan bahkan sama sekali tak bisa dipilih satupun. Bagaimana mungkin hati akan berhenti berharap. Tapi ingat, bukan berarti kita banting stir untuk pacaran donk ya' ...

Lalu?

https://soundcloud.com/mangatapurnama/lalu --Mangatapurnama-- Aku, adalah orang pertama yang nyaris membuatmu kembali jatuh cinta setelah sekian lama. Kemudian kamu bertemu dengan orang kedua dan ketiga. Aku tahu, dibandingkan keduanya, aku tidak ada apa-apanya. Perkara jarak, aku kalah. Perkara tampan, aku jauh. Perkara menurutimu, aku tidak pernah. Hanya saja, kamu tahu bahwa aku adalah orang pertama dan satu-satunya yang mampu membuatmu terbuka untuk bercerita apa saja. Aku juga seorang saja yang membuatmu mampu merasa benci sekaligus rindu di waktu yang sama. Kamu menolak untuk menerima segalanya, apa adanya  Pun, aku tidak pernah bisa yakin bahwa kamu adalah jawaban yang benar Kita sama-sama selalu menginginkan orang lain Dalam kasusku, aku tidak pernah berani dan merasa pantas untuk orang yang selalu kuharap dan doakan Dalam kasusmu, sepaket lengkap dari orang ketiga dan juga mampu membuatmu bergerak sejauh denganku Kita terus saja menyangkal, dan berusaha ...

Sahabat yang Hilang

https://soundcloud.com/user-360219406/sahabat Suatu hari kita akan tahu sesuatu hal terasa berarti ketika dia telah pergi. Memang begitulah hakikat sebuah kehadiran. Sahabat adalah tempat ternyaman kamu menjadi dirimu sendiri. Namun memang yang tak lazim biasanya tidak akan berusia lama. Ada hal menarik ketika kamu berteman dengan lawan jenis. Hanya berteman, kemudian dekat. Mungkinkah hanya aku yang merasa begini. Apa-apa yang tidak sesuai syariat, tentu saja Allah tidak akan mengijinkan lama bertaruh menabur fitnah di muka bumi ini. Satu risiko yang paling rawan ketika memiliki sahabat lelaki adalah jatuh cinta. Dan benar adanya masalah hati memang selalu menjadi ujian dalam persahabatan. Apabila kamu berteman dengan perempuan, hal paling sulit adalah ketika kalian berdua menyukai orang yang sama. Namun, apabila bersahabat dengan lawan jenis, hal yang paling sulit adalah apabila persahabatan itu sudah mengalami pergeseran rasa. Bisa jadi awalnya kamu tak sadar, namun lama-lama ...

If you're survive

Ya Allah, janganlah Engkau biarkan hatiku berharap atas apa-apa yang bukan merupakan hak hamba...   Pada setiap hidup ada cerita yang terukir pada tiap sisinya. Terkadang ada pula yang ingin diungkap namun bahkan untuk diucap atau diakui justru begitu berat. Ada pula kejadian yang seharusnya tak diharapkan tapi terjadi. Lalu bagaimana menghadapi kalau ternyata semua justru terasa tak bisa dihindari? Bukankah seharusnya kita tak lagi dipusingkan dengan hal-hal pribadi, disana ada masalah umat yang menunggu tangan kita untuk bertindak. Dengarkah itu hai hati? Aku takut pulang, jujur. Aku tak mau kamu, dia, atau dia datang ke rumah. Tidak mau. Tapi toh aku bisa apa jika itu tetap saja mereka lakukan. " Aku gak suka Han", kataku pada temanku. " Afwan sedikit nasihat. 'Aku ga suka' agaknya sedikit arogan. Boleh kita membatasi diri kepada lawan jenis atas dasar prinsip dan berlaku untuk semua pria. Bukan atas dasar suka atau tidak suka. Allah Maha membolak ba...

What's App

Bismillahirahmanirrahim... Assalamualaikum Ukh... Mohon dibaca pesan an, Afwan kalau an mengganggu waktunya Dan afwan kalau selama ini an banyak salah sama antee.. Baik itu mungkin an terlalu banyak mengatur2 Ukh xxx, Atau terlalu sering cerewet terkait penampilan ataupun terkait foto profil ataupun hal2 lainnya yang kurang berkenan dihati... Wallahualam Sebenarnya saya banyak mengatur dan banyak tuntutan pada Ukh xxx itu semata-mata karena ketika ada hal-hal dari Ukh xxx yang bisa memancing pandangan laki-laki tiba-tiba an selalu khawatir, selalu cemas dengan diri Ukh xxx... Afwan kalau saya tidak sopan, Karena saya sering berbincang berkumpul dengan temen laki-laki An lihat betapa seringnya ketika seorang laki-laki ketika melihat wanita maka mereka akan membicarakan kecantikan wanita tersebut, membayangkan wanita tersebut, dan membicarakan tentang kemolekan tubuh wanita tersebut, bahkan bermimpi tentang bersetubuh dengan wanita tersebut. Naudzubillahi min dzalik... Dan...

6.12.2016

Dia           : " Kado terbaik yang pernah aku terima. Makasih banget..." Kamu       : " Alhamdulillah, kalau kamu menyukainya" (benarkah? semoga benar seperti itu) Ada basah bekas hujan yang tersisa di sini. Ketika tiba-tiba kelabu menjadi menghitam, pekat, kemudian blurr dan menjadi abu-abu lagi. Segenggam perasaan yang tak benar-benar mampu aku genggam. Dia2        : " wah sama, kamu benar, tak mungkin kita menghubunginya ketika tak ada urusan bukan?" Kamu      : " ya, seperti itulah, aku tak benar-benar mendalam untuk berkawan. Aku datang kalau aku membutuhkanmu, kamu boleh datang kapanpun kamu mau, jika aku bisa membantu, InsyaAllah aku akan bantu. Gitu kan?" Dia2        : " betul, kalau dia merasa tak pernah menghubungi ketika tak butuh, lalu apakah setiap saat kita harus menghubunginya. Enggak kan..." Sayup ang...

Bukan Allah tak adil

Aku hanya tidak habis pikir, bagaimana mungkin hidup terkadang susah dimengerti. Terakhir kali aku melihatnya, entah bagaimana aku bisa merasakan hawa tak baik terjadi padanya. Ketika itu aku baru akan berangkat ke kota belajar, aku berpapasan dengannya dipersimpangan. Dia terkejut melihatku. Hal yang membuatku kecewa adalah aku terlalu berharap padanya. Dia bukan saudara sekandungku, dia adalah anak kedua dari adik ayahku. Semenjak kecil dia menjadi anak asuh orang tuaku, dahulu aku seringkali merasa iri padanya. Sebagai anak bungsu dikeluarga ini aku semestinya manja, tapi sayang sekali kemanjaanku masa kecil tak terbayarkan karena saat itu orang tuaku mempunyai anak asuh, sehingga terkadang begitu terlihat mereka lebih mengutamakan dia sebagai anggota keluarga yang paling kecil. Saat itu aku begitu membencinya. Sangat. Waktu-waktu yang seharusnya saat itu orang tuaku bercumbu denganku pada masa kecil. Waktu-waktu yang seharusnya akulah yang ada dipelukan ibuku ketika menjela...