Peran besar sosok dibalik layar
Berbicara mengenai wanita dari berbagai aspek tidak
akan ada habisnya, selalu ada hal-hal yang menarik untuk di perbincangkan.
Begitu juga dalam Islam, banyak hal yang menjadi bahan kajian, bahan
pembelajaran, bahkan ada beberapa hal yang menjadi bahan perdebatan.
Secara umum seorang wanita memiliki tiga peranan
penting dalam kehidupan, yaitu antara lain sebagai anak dari orang tuanya,
sebagai istri dari suaminya, dan ibu dari anaknya. Sedangkan dalam islam wanita
memiliki peranan diantaranya adalah mar’atusshalihah (wanita yang sholehah),
zaujatul muthi’ah (istri yang taat), dan ummu madrasah (ibu yang mendidik).
Sebagai wanita yang shalihah (mar’atusshalihah),
wanita dituntut untuk taat dan patuh dengan segala ketentuan Allah, menjaga
diri dan kehormatannya, rajin beribadah dan belajar meningkatkan ilmunya, serta
berusaha mengembangkan diri. Sedangkan peran sebagai zaujathul muthi’ah (istri
yang taat) seorang wanita memiliki kewajiban diantaranya membuat suaminya merasa
nyaman, tersenyum untuk suaminya, menenangkan pikirannya, tidak memicu persoalan
dengan suaminya, tidak menuntut uang belanja yang memberatkan, menjaga
amanatnya jika dia tidak ada, diam dan mendengarkan ketika suaminya berbicara, mendidik
anak-anaknya diatas Islam dan tidak berselisih paham dengannya. Peran yang
ketiga sebagai muslimah adalah menjadi ummul madrasah (ibu yang mendidik).
Sebagai wanita sudah menjadi kodratnya untuk mengandung dan melahirkan anak,
namun tugas yang sesungguhnya sebagai wanita khalifah tidaklah cukup hanya itu
saja. Sebagai wanita sholehah berkewajiban untuk mendidik anaknya, menasehati,
dan membimbing anaknya kejalan yang benar dan di ridhoi Allah, yaitu jalan
Islam.
Dalam sebuah halaqah, seorang murrobi membagi
pengalamannya, suatu ketika beliau memberikan kajian disebuah forum kemudian
beliau melihat seorang anak laki-laki yang datang ke forum tersebut, dengan
sikap yang ogah-ogahan, kemudian
ditanyanya anak laki-laki itu, ‘dek kok kayaknya kamu nggak sepenuh hati, ada
apa sebenarnya?’, kemudian si anak ini pun menjawab, ‘lha itu ibuku yang nyuruh
aku datang kesini’.
Sekalipun si anak ogah-ogahan dalam acara tersebut,
namun kita tahu dari kisah ini bahwa peran ibunyalah yang membuat dia berangkat,
meskipun tidak sepenuh hati, namun ada penghargaan sendiri si anak ini hadir ke
acara tersebut. Sangat terlihat begitu pentingnya peran ibu untuk anak-anaknya.
Ibu adalah ummul madrasah, tempat belajar pertama kali si anak dalam proses
pertumbuhannya, gambaran anak kedepan dapat di tentukan oleh bagaimana sang ibu
memberikan pendidikan, kasih sayang dan perhatian kepada anak-anaknya. Jika
anak mendapatkan nutrisi jiwa yang baik dalam pertumbuhannya maka ketika besar
dia akan mampu berlaku baik dan menjadi anak yang shalih. Seperti dalam sebuah
riwayat yang mengisahkan, “Suatu waktu Nabi Muhammad ditanya oleh sahabatnya.
Ya, Rasullulah… adakah orang yang paling disayangi Allah SWT selain Engkau?
Jawab Nabi: Ada, yaitu Salman al-Farisi. Lalu, sahabatnya bertanya kembali:
Kenapa, ya, Rasul dia begitu disayang Allah? Kemudian Nabi bercerita bahwa
Salman al-Farisi adalah orang yang berasal dari keluarga miskin, sementara
ibunya ingin naik haji, tetapi untuk berjalan pun dia tidak bisa. Demikian juga
uang untuk pergi ke Tanah Suci tidak punya. Salman al-Farisi begitu bingung menghadapi
kondisi itu. Namun akhirnya, Salman al-Farisi memutuskan untuk mengantar ibunya
naik haji dengan cara menggendong ibunya dari suatu tempat yang sangat jauh
dari Mekkah. Diperlukan waktu berhari-hari untuk melaksanakan perjalanan itu
sehingga tanpa terasa punggung Salman al-Farisi sampai terkelupas
kulitnya.”
Sungguh jika kita telusuri lebih jauh wanita
memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Bahkan Rasulullah SAW pernah
bersabda, “wanita adalah tiangnya negara!”. Hancur atau majunya sebuah negara
tergantung bagaimana kondisi perempuan
yang ada di dalamnya. Lho kok bisa? Mainstream banget ya? Yup coba
telusuri lebih jauh lagi, renungkan bagaimana peran wanita dalam kehidupan ini,
pasti kesimpulan akhir yang akan kita peroleh yaitu bahwa sabda Rasulullah
tersebut benar dan tepat. Siapa yang ada di balik para pemimpin hebat? Siapa yang
menjadi inspirasi seorang yang hebat seperti Habiebie untuk membuat pesawat
terbang? Siapa yang ada dibalik kesuksesan seorang Chairil Tanjung? Siapa dibalik
pembangunan bangunan semegah Taj Mahal? Tidak lain tidak bukan adalah seorang
wanita. Dibalik kesuksesan John F Kennedy
alias JFK menjadi presiden AS ada kharisma Jacqueline Kennedy Onassis yang
sempat mempesona seluruh rakyat AS karena dukungannya serta kepandaiannya,
salah satunya saat sang istri berpidato dalam berbagai bahasa. Walaupun pada
akhirnya masa jabatan JFK diakhiri dengan wafatnya beliau karena tragedi
penembakan saat konvoi kepresidenan. Dibalik kesuksesan presiden Barack
Obama juga ada pesona kharisma Michel Obama serta dua orang puterinya. Pak
Habibie menangis terisak ketika ditinggal wafat sang istri, Ibu Hasri Ainun
Habibie. Sosok ibu Ainun meninggalkan kenangan begitu mendalam bagi beliau.
Juga yang menginspirasinya untuk membuat pesawat terbang yang merupakan pesawat
terbang pertama kali yang bi buat oleh orang Indonesia. Bahkan jika kita
mengingat kembali, kisah Nabi Muhammad SAW, seorang yang menjadi tauladan
seluruh umat Islam di dunia dari jamannnya hingga sekarang bahkan pada jaman
kedepan. Dibalik kesuksesan beliau menjalankan dawah dan tugas kenabiannya, ada
Siti Khadijah yang selalu mendampingi dan rela mengorbankan harta
bendanya. Seperti sebuah pepatah yang mengatakan “dibalik keberhasilan setiap pembesar itu adalah
wanita” layak kita percaya.
Begitu banyaknya peran wanita yang sangat penting
dalam kehidupan ini. Sudah selayaknya sebagai muslimah, perlu mengetahui dan
memahami peran-peran tersebut dapat dijalankan dan diterapkan dalam kehidupan
manusia, khususnya umat muslim. Begitu banyak aspek yang harus di kuasai dan di
pelajari untuk mewujudkan misi terseebut. Hal inilah salah satu latar belakang
lahirnya da’wah muslimah untuk mengembalikan pemahaman yang benar tentang peran
wanita yang sesuai fitrah dan posisinya dalam Islam. Begitu pentingnya da’wah
ini sehingga perlu kita kembangkan dari generasi ke generasi misalnya dalam
bentuk agenda kaderisasi, syiar maupun jaringan muslimah. Secara tidak
langsung, agenda kaderisasi, syiar maupun jaringan muslimah merupakan salah
satu upaya untuk memperbaiki peradaban kita kedepan, hal ini menilik begitu
pentingnya peran sebagai ibu untuk anak-anaknya, istri untuk suaminya, dan
peran wanita itu sendiri sebagai wanita shalihah. Jadi hormati ibumu,
berbhaktilah padanya karena dibalik setiap kesuksesanmu ada do’a ibu yang
memberi kontribusi besar untuk memohon kepada Allah SWT sehingga Allah berkenan
menjadikanmu sukses dan berhasil.
Komentar
Posting Komentar