Al-Qur'an, sumber hukum Islam yang pertama
Al-Qur'an,
sumber hukum Islam yang pertama
Bukan hal asing lagi bagi setiap umat Islam di seluruh muka bumi, bahkan tak sedikit pula non-muslim juga mengetahui apa itu Al-Qur'an. Nah, disini saya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya dapatkan tentang Al-Qur'an.
Al-qur'an merupakan kitab suci orang Islam yang turun pada 6 Agustus M
bertepatan 17 Romadlon. Diturunkan oleh malaikat Jibril kepada Baginda
Rasulullah SAW tepatnya di gua Hira. Ayat yang pertama kali turun adalah
Al-Alaq (ayat 1-5) sedangkan ayat yang terakhir turun adalah Al-Maidah (ayat
3).
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Untuk belajar lebih jauh tentang ayat yang pertama turun ini saya sarankan
untuk mengunjungi web http://darulqohar.wordpress.com/materi-pembelajaran/pesan-keilmuan-pada-surat-al-alaq-96-ayat-1-sd-5/
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا
أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ
وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ
وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ
فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ
وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ
نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ
غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging
hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul,
yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan
(diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak
panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa
untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan
takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan
telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama
bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS: Al-Maidah Ayat: 3)
(QS: Al-Maidah Ayat: 3)
Pada ayat yang berbunyi
"... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama
bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Sangat jelas bahwa pada hari itu Allah telah menyempurnakan Islam sebagai agama yang sempurna. Agama yang menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya. Sebagai pedoman hidup umat muslim yang berasal langsung dari Allah SWT, Al-Qur'an memiliki tingkat kebenaran yang tak terbantahkan, mutlak.
Al-Qur'an memiliki nama lain sebagai
berikut,
- Al-Kitab (buku)
Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan
padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
- Al-Furqan (pembeda benar salah)
Maha suci Allah yang telah menurunkan
Al-Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan
kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
- Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan
Adz-Dzikr (Al-Qur'an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
- Al-Mau'idhah (pelajaran/nasihat)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
- Asy-Syifa' (obat/penyembuh)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
- Al-Hukm (peraturan/hukum)
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan
Al-Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya
kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka
sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.
(QS. Ar Ra'd [13]:37)
- Al-Hikmah (kebijaksanaan)
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan
Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping
Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela
lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa' [17]:39)
- Al-Huda (petunjuk)
Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar
petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada
Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula)
akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)
- At-Tanzil (yang diturunkan)
Dan sesungguhnya Al Quran ini
benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’
[26]:192)
- Ar-Rahmat (karunia)
Dan sesungguhnya Al Qur'an itu
benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)
- Ar-Ruh (ruh)
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu
ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui
apakah Al Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi
Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang
kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar
memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)
- Al-Bayan (penerang)
(Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi
seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran
[3]:138)
- Al-Kalam (ucapan/firman)
Dan jika seorang di antara orang-orang
musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia
sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman
baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)
- Al-Busyra (kabar gembira)
Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril)
menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati)
orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi
orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. An Nahl
[16]:102)
- An-Nur (cahaya)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah
Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur'an). (QS. An
Nisaa' [4]:174)
- Al-Basha'ir (pedoman)
Al-Qur'an ini adalah pedoman bagi
manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS. Al Jaatsiyah
[45]:20)
- Al-Balagh (penyampaian/kabar)
(Al-Qur'an) ini adalah kabar yang
sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan
supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar
orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS. Ibrahim [14]:52)
- Al-Qaul (perkataan/ucapan)
Dan sesungguhnya telah Kami turunkan
berturut-turut perkataan ini (Al-Qur'an) kepada mereka agar mereka mendapat
pelajaran. (QS. Al Qashash [28]:51)
Al-Qur'an sendiri turun dalam dua periode, yaitu periode Mekah (ayat
Makiyah) dan periode Madinah (ayat Madaniyah),
Ciri-ciri ayat Makiyah antara lain :
- Ayatnya lebih pendek dan bernada keras
- Lebih banyak menjelaskan keimanan (janji dan ancaman Allah, surga, neraka, siksa kubur)
- Biasanya diawali "yaa ayyuhannaas"
Nb: sebagai pembenaran mengenai asumsi yang telah beredar selama ini,
sekalipun ayat ini disebut ayat MAkiyah namun turunnya ayat ini belum tentu
turun di kota Mekah (lihat buku karya Prof. DR. Hasbi Ash-Shidiqi)
Sedangkan ciri-ciri ayat Madaniyah antara lain sebagai berikut :
- Ayatnya panjang dan bernada penjelasan
- Membahas kemasyarakatan
- Diawali "yaa ayyuhalladziina aamanuu"
Selain itu dilihat dari kejelasan maknanya ayat Al-Qur'an di bedakan
menjadi ayat Qoth'I dan ayat Dhonni,
- Ayat Qoth'I adalah ayat yang menunjukkan makna yang jelas (tanpa penafsiran), contoh Al-Baqarah : 183, dalam ayat ini di jelaskan bahwa setiap umat islam diwajibkan berpuasa pada bulan Romadhon. firman ini dijelaskan secara jelas dan gamblang sehingga tidak ada perbedaan pendapat antar ulama sendiri mengenai kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan
- Ayat Dhonni yaitu ayat yang pengertiannya masih bersifat umum, contoh : Al Maidah : 6, pada ayat ini di jelaskan ketika sebelum mengerjakan sholat, membasuh muka, nah bagian muka disini belum di terangkan begitu jelas, sehingga masih ada perbedaan antara Imam Syafi'i dan Imam Hanafi.
Demikian pengetahuan saya mengenai Al-Qur'an berdasarkan hasil pembelajaran
yang saya lakukan, afwan jika ada kekurangannya mohon berkenan untuk memberikan
kritik dan saran.
Jazakillah...
Komentar
Posting Komentar