Postingan

Sedetik Lalu

Gambar
Berjamaah itu adalah bertoleransi, menguatkan dan saling memberi. Ribuan  kilometer tertinggal menjejak di belakang, kita berjalan mencari jatidiri... Lalu menemukan kalian adalah bagian terindah dalam hidupku. Tertawa, menangisi diri yang selalu alpha dan kalah dari ego, yang lemah karena urusan perasaan diri. Bercanda sebagaimana menjadi diri sendiri... Aku rindu kalian, sungguh.

Setelah saat itu

Gambar
Apa arti dari sebuah kelulusan bagimu? Siang itu... masih lekat dalam kepalaku, ada rasa bahagia. Perasaan lega karena setelah perjuangan panjang ini sebuah tali toga berhasil kupindahkan. Senyuman ikhlas yang lahir dari kedua orang tua ku adalah kado terindah pada hari itu. Tapi di balik seluruh bahagia itu aku tidak benar-benar merasakannya 100%. Ada hal lebih besar dan mengkhawatirkan ku, 'kemana setelah ini?'. Modal ijazah dan pegalaman organisasi sepertinya tidak sepenuhnya mampu menjamin masa depan. Idealisme pribadi, kondisi orang tua, dan banyak hal lain membuat kita wajib mempertimbangkan dengan baik kemana dan bagaimana hidup akan dibawa ke depan. Ku ingat-ingat lagi wajah-wajah teman sekelasku, teman-teman yang bertoga lainnya. Ada yang kemudian mengejar S2nya, mengejar karir di BUMN, mengejar hafalan, memilih berkarir di bank. Aku sendiri yang tak punya pegangan untuk ku kejar, sedikit agak gontai. Apa yang sebenarnya ingin ku kejar... Pertanyaan itu selalu...

Mendung

Satu per satu manusia-manusia pendukung dakwah ini pergi. Tapi bukan berarti kita menjadi lemah dan lesu... Dakwah akan terus berjalan. Semoga saja pundak dan jiwa-jiwa generasi penerus semakin kokoh. Bapak Poniman adalah salah satu yang dari dulu mendukung dakwah kami, meskipun bukan secara langsung beliau turun tangan, namun posisi beliau yang sangat strategis, begitu berarti untuk keberjalanan bagi dakwah ini. Terlebih untuk tahun ini, tahun terakhir masa kuliahku aku tinggal di kos beliau yang akhirnya dijadikan wisma akhwat. Saya lebih tahu bagaimana keluarganya, siapa istrinya, anak-anaknya. Saya baru sadar dan sangat sadar betul, bahwa kebesarannya di kampus ternyata ada satu sosok luar biasa yang selalu berdiri tegak di belakangnya, Ibu Nastiti. Beliau adalah istri Bapak Poniman, alim, shalehah, kalem, tegas. Perempuan idaman bagiku. Penampilannya yang sederhana menunjukkan bahwa dirinya begitu tawadhu'. Semenjak kos disini saya tahu, bahwa Ibu dan Bapak sangat responsi...

Rasa

Gambar
Benar saja kata sahabatku, ' Kita tidak bisa menghakimi perasaan seseorang. Tidak bisa kita memutuskan hal seperti apa yang seharusnya dia rasakan.' Dalam hal ini berarti diri kita lah yang harus berubah. Waktu terlalu berarti terlarut hanya untuk berbicara tentang rasa. Berbicara tentang hal yang selalu berubah setiap detiknya lebih cepat dari gerakan tangan. Tapi rupanya kita perlu membahas ini, biar malamku tidak menggantung dipenghujung khawatir, agar mimpiku menjadi indah biarpun bukan dirimu lagi yang di sana. Sore itu ada diskusi hangat dengan lingkaran keduaku, tentang bagaimana melepaskan, bagaimana mengikhlaskan, dan bagaimana memantaskan diri. 'Lalu bagaimana mungkin kita bisa melepaskan jika kita pun masih melihat dia di sana sendiri?'  'Bagaimana mungkin, ketika Halalkan atau Ikhlaskan bahkan sama sekali tak bisa dipilih satupun. Bagaimana mungkin hati akan berhenti berharap. Tapi ingat, bukan berarti kita banting stir untuk pacaran donk ya' ...

Lalu?

https://soundcloud.com/mangatapurnama/lalu --Mangatapurnama-- Aku, adalah orang pertama yang nyaris membuatmu kembali jatuh cinta setelah sekian lama. Kemudian kamu bertemu dengan orang kedua dan ketiga. Aku tahu, dibandingkan keduanya, aku tidak ada apa-apanya. Perkara jarak, aku kalah. Perkara tampan, aku jauh. Perkara menurutimu, aku tidak pernah. Hanya saja, kamu tahu bahwa aku adalah orang pertama dan satu-satunya yang mampu membuatmu terbuka untuk bercerita apa saja. Aku juga seorang saja yang membuatmu mampu merasa benci sekaligus rindu di waktu yang sama. Kamu menolak untuk menerima segalanya, apa adanya  Pun, aku tidak pernah bisa yakin bahwa kamu adalah jawaban yang benar Kita sama-sama selalu menginginkan orang lain Dalam kasusku, aku tidak pernah berani dan merasa pantas untuk orang yang selalu kuharap dan doakan Dalam kasusmu, sepaket lengkap dari orang ketiga dan juga mampu membuatmu bergerak sejauh denganku Kita terus saja menyangkal, dan berusaha ...

Sahabat yang Hilang

https://soundcloud.com/user-360219406/sahabat Suatu hari kita akan tahu sesuatu hal terasa berarti ketika dia telah pergi. Memang begitulah hakikat sebuah kehadiran. Sahabat adalah tempat ternyaman kamu menjadi dirimu sendiri. Namun memang yang tak lazim biasanya tidak akan berusia lama. Ada hal menarik ketika kamu berteman dengan lawan jenis. Hanya berteman, kemudian dekat. Mungkinkah hanya aku yang merasa begini. Apa-apa yang tidak sesuai syariat, tentu saja Allah tidak akan mengijinkan lama bertaruh menabur fitnah di muka bumi ini. Satu risiko yang paling rawan ketika memiliki sahabat lelaki adalah jatuh cinta. Dan benar adanya masalah hati memang selalu menjadi ujian dalam persahabatan. Apabila kamu berteman dengan perempuan, hal paling sulit adalah ketika kalian berdua menyukai orang yang sama. Namun, apabila bersahabat dengan lawan jenis, hal yang paling sulit adalah apabila persahabatan itu sudah mengalami pergeseran rasa. Bisa jadi awalnya kamu tak sadar, namun lama-lama ...

If you're survive

Ya Allah, janganlah Engkau biarkan hatiku berharap atas apa-apa yang bukan merupakan hak hamba...   Pada setiap hidup ada cerita yang terukir pada tiap sisinya. Terkadang ada pula yang ingin diungkap namun bahkan untuk diucap atau diakui justru begitu berat. Ada pula kejadian yang seharusnya tak diharapkan tapi terjadi. Lalu bagaimana menghadapi kalau ternyata semua justru terasa tak bisa dihindari? Bukankah seharusnya kita tak lagi dipusingkan dengan hal-hal pribadi, disana ada masalah umat yang menunggu tangan kita untuk bertindak. Dengarkah itu hai hati? Aku takut pulang, jujur. Aku tak mau kamu, dia, atau dia datang ke rumah. Tidak mau. Tapi toh aku bisa apa jika itu tetap saja mereka lakukan. " Aku gak suka Han", kataku pada temanku. " Afwan sedikit nasihat. 'Aku ga suka' agaknya sedikit arogan. Boleh kita membatasi diri kepada lawan jenis atas dasar prinsip dan berlaku untuk semua pria. Bukan atas dasar suka atau tidak suka. Allah Maha membolak ba...