Mendung

Satu per satu manusia-manusia pendukung dakwah ini pergi. Tapi bukan berarti kita menjadi lemah dan lesu...
Dakwah akan terus berjalan. Semoga saja pundak dan jiwa-jiwa generasi penerus semakin kokoh.
Bapak Poniman adalah salah satu yang dari dulu mendukung dakwah kami, meskipun bukan secara langsung beliau turun tangan, namun posisi beliau yang sangat strategis, begitu berarti untuk keberjalanan bagi dakwah ini.
Terlebih untuk tahun ini, tahun terakhir masa kuliahku aku tinggal di kos beliau yang akhirnya dijadikan wisma akhwat. Saya lebih tahu bagaimana keluarganya, siapa istrinya, anak-anaknya. Saya baru sadar dan sangat sadar betul, bahwa kebesarannya di kampus ternyata ada satu sosok luar biasa yang selalu berdiri tegak di belakangnya, Ibu Nastiti. Beliau adalah istri Bapak Poniman, alim, shalehah, kalem, tegas. Perempuan idaman bagiku. Penampilannya yang sederhana menunjukkan bahwa dirinya begitu tawadhu'.
Semenjak kos disini saya tahu, bahwa Ibu dan Bapak sangat responsif ketika kami menyampaikan keluhan, misal tentang air, kran yang rusak, dsb, tidak butuh waktu lama untuk segera diperbaiki.
Semoga jiwa-jiwa seperti pasangan ini semakin banyak di bumi ini.
Dua sosok yang mempertemukan cinta kemudian Allah meridhoinya,maka cintanya akan menebar kemana-mana. Cinta dalam balutan dakwah adalah cinta yang InsyaAllah kekal, saling mendukung.
Melihat sosok Bu Nastiti membuat hati saya begitu haru, kagum. Alhamdulillah beliau juga ikut majelis seperti kami, maka tak heran jika bapak Poniman pun mendukung dakwah ini.
Di kampus, dunia yang begitu kompleks, ada banyak pihak yang mempunyai kepercayaan masing-masing, ada yang mendukung, ada yang netral, ada yang menentang bahkan terang-terangan.
Boleh saja anda berpikir kami ini buruk, kami mungkin memang tak sejalan dengan jalur yang anda lalui, silahkan. Tapi dari hati saya katakan, dakwah ini memberi perubahan besar bagi hidup saya, baik saya pribadi, dan juga orang-orang di sekitar saya.
Ketika kamu memutuskan untuk berhijrah, maka lingkungan kamu akan tiba-tiba saja menjadi serba cahaya. Mungkin orang-orang yang telah lama mengenalmu tak secara langsung berubah, tapi lingkunganmu lah yang berubah. Kamu akan bertemu dengan orang-orang baru yang luar biasa.
Aku tak bisa banyak menuliskan cerita ini, semakin pilu saja rasanya mengungkap sosok Pak Poniman dan Ibu Nastiti di sini. Semoga beliau berdua akan dipertemukan kembali di surgaNya Allah, dan semoga Allah selalu mendekatkan beliau berdua di jalanNya.
Dakwah ini Allah yang melindungi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan

Pada Malam Hari

Dunia tak hanya Cinta