Baru saja dimulai
Semua pasti berakhir bahagia, kalau belum bahagia berarti belum berakhir.
Ekspektasi yang terlalu tinggi dari orang lain terhadap diri kita terkadang membuat tak nyaman. Tapi bagaimanapun kita sudah perlu menyadari bahwa hidup ini bukan berdasarkan standard orang lain.
Tapi banyak dari kita justru terpenjara dalam halusnya pujian orang lain, dan yang paling parah jika menjadikannya standar kesuksesan hidup.
Aku takut menjadi salah satunya.
Jikalah hari ini kamu bukan siapa-siapa, dan orang lain juga bilang kamu hanya receh. Biarkan saja, yang terpenting kan dirimu sendiri.
Bukannya kamu masih berjuang? Kan ibumu bilang, ini cuma batu loncatan. Kamu tak perlu merasa gagal, hidup masih terlalu oanjang untuk kamu ratapi.
Yang penting jangan percaya dengan omongan mereka bahwa kamu receh.
You are the precious thing in this world, kalau kamu nggak ada di dunia ini. Tidak ada yang bisa menggantikan keberadaan dan kehadiranmu secara sempurna layaknya yang kamu lakukan.
Jangan menyerah, jangan pasrah. Kamu masih berjalan. Tak perlu membuat mereka tercengang, biasa aja. Kalem aja.
Jalani yang kamu yakini, karena yang melihat mimpimu itu kamu sendiri. Seyakin doa nabi Ibrahim bahwa kelak akan ada anak keturuannnya yang akan menyampaikan risalah, meski baru terjawab 3000 tahun setelahnya.
Seyakin nabi Muhammad ketika berharap keturunan Thaif akan menjadi pembela agamanya.
Seyakin Rasulullah dan kalimat sucinya bahwa Konstantinopel akan takhluk di bawah kekuasaan Islam.
Bisakah kita meyakini bahwa gurun sahara membeku di tengah terik siang hari?
Ekspektasi yang terlalu tinggi dari orang lain terhadap diri kita terkadang membuat tak nyaman. Tapi bagaimanapun kita sudah perlu menyadari bahwa hidup ini bukan berdasarkan standard orang lain.
Tapi banyak dari kita justru terpenjara dalam halusnya pujian orang lain, dan yang paling parah jika menjadikannya standar kesuksesan hidup.
Aku takut menjadi salah satunya.
Jikalah hari ini kamu bukan siapa-siapa, dan orang lain juga bilang kamu hanya receh. Biarkan saja, yang terpenting kan dirimu sendiri.
Bukannya kamu masih berjuang? Kan ibumu bilang, ini cuma batu loncatan. Kamu tak perlu merasa gagal, hidup masih terlalu oanjang untuk kamu ratapi.
Yang penting jangan percaya dengan omongan mereka bahwa kamu receh.
You are the precious thing in this world, kalau kamu nggak ada di dunia ini. Tidak ada yang bisa menggantikan keberadaan dan kehadiranmu secara sempurna layaknya yang kamu lakukan.
Jangan menyerah, jangan pasrah. Kamu masih berjalan. Tak perlu membuat mereka tercengang, biasa aja. Kalem aja.
Jalani yang kamu yakini, karena yang melihat mimpimu itu kamu sendiri. Seyakin doa nabi Ibrahim bahwa kelak akan ada anak keturuannnya yang akan menyampaikan risalah, meski baru terjawab 3000 tahun setelahnya.
Seyakin nabi Muhammad ketika berharap keturunan Thaif akan menjadi pembela agamanya.
Seyakin Rasulullah dan kalimat sucinya bahwa Konstantinopel akan takhluk di bawah kekuasaan Islam.
Bisakah kita meyakini bahwa gurun sahara membeku di tengah terik siang hari?
Komentar
Posting Komentar